http://www.duajiwa.blogspot.com

Dialog Dua jiwa


ketika dua jiwa memadu kata mengisah langkah



Hari ini :



Ruang Jiwa

Dialog Dua Jiwa adalah ruang bagi dua jiwa memadukan kata mengisahkan langkah. Di ruang yang berwarna ini pula dua jiwa ingin mewarnai kanvas hidup yang terbentang.

Salam Sastra
Arwan & Yulie



Link

Cybersastra
POESIE
Majalah Puisi
Agung Yudha
Arwan Maulana
Bunga Randu
Bunga Rumputliar
Cecil Mariani
Hasan Aspahani
Idaman Andarmosoko
Indah IP
Nanang Suryadi
Ritual Malam
Sarikata
Sastra Jawa
Surat Cinta
Yulianti



FastCounter by bCentral


Archive


Sunday, November 07, 2004

Kosong

apalagi yang mesti kulaku
setelah segala kecipak tak terdengar
setelah laut semakin pasang

apalagi yang bisa kuberi
setelah sukma melayang
jauh melayang

06/11/04

posted by Arwan at Sunday, November 07, 2004.

Sunday, February 01, 2004

ĢåžΣBŮ

: Soul

Kau mungkin pernah mengenalku dalam mimpimu
Dan di batang subuh yang lindap, kau bawakan aku sepucuk surat
dengan kertas berwarna merahmuda, bukan karena cinta, namun karena kita sepasang sahabat yang tak beribubapak.

Kau mungkin mengingat jelas pertemuan yang hampir sulit kau ungkapkan itu, karena jarak antara mimpi dan sadar terlalu tipis tuk dibedakan.

Beranda rumah tua itu jelas adalah beranda tempatmu mengadu, tempatmu terlelap, tempatmu bersandar. Dan aku persis ada di sana saat kau menyirami kembangkembang. Di tengah ilalang yang makin melintang.

Kau menginginkan jiwa kita bersatu merangkai kisah yang baru, menyelimuti dunia yang Maha Abstrak ini dengan segala kemakmuran, kesejahteraan, penuh dengan persatuan walau di lain waktu pasti ada kehancuran. Jiwa. Moksa.


Kalam, 25 Januari 2004

posted by YuLie at Sunday, February 01, 2004.

Friday, September 26, 2003



Matahari dan Bulan

bukankah ditetapkan matahari bersinar siang hari
dan bulan bercahaya malam hari?
lalu kita tahu tentang siang dan malam
kemudian membuat perhitungan-perhitungan
tetapi engkau mengambil bintang-bintang yang rapuh
untuk kau jadikan matahari dan bulan
dan kau perhitungkan jari-jarimu sendiri, atasmu
sementara kau merasakan terik matahari siang
dan lembutnya cahaya bulan malam, bukan bintang

Jakarta, 25 September 2003


Aku Mencintaimu atas Seluruh Cahayamu

kekasih, engkau lahir ketika fajar menyingsing
dari rahim perempuan tanpa kesakitan
engkau keluar dari rahim menatap langit
dan kedua tanganmu di atas tanah

engkau ada, lalu suatu ketika api padam di sebuah negeri
padahal seribu tahun apinya tak pernah mati
air danau, air sawah pun surut, badut-badut jungkir-balik
kekasih, sungguh aku mencintaimu
atas semua cahaya di dirimu

Jakarta, 25 September 2003

posted by Arwan at Friday, September 26, 2003.

Sunday, September 14, 2003



Tik Tak Prang

darah itu kembali tumpah di jalanan beraspal
dan mengucur tak henti dari lubang yang terbentuk di kepalanya
lubang!
lubang!

10.09.03 [untuk kawan yang terluka saat peristiwa serangan DK ke SMU 6, semoga cepat sembuh dan ga' dikeluarin sama Pak Tatang]

posted by YuLie at Sunday, September 14, 2003.

Saturday, September 13, 2003



aku mau!

Yang ada di anganku menjadi nyata.
Yang ada di kepalku menjadi bebas.
Yang ada di sukmaku menjadi terkabulkan.
Amien.

06.09.03

posted by YuLie at Saturday, September 13, 2003.


Layout made by Arwan